PT. Royal Dinata Indonesia - Ruko Little Ginza P02/267 Citra Raya Tangerang
0813-1644- 2353
Apar SNI

Apa Itu APAR SNI

Di tengah meningkatnya risiko kebakaran di rumah, kantor, maupun gedung komersial, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) menjadi salah satu perangkat keselamatan paling krusial. Apar SNI menjadi katakunci yang tidak bisa diabaikan sebelum membeli apar.

Namun, tidak semua APAR diciptakan sama. Kata kunci “APAR SNI” merujuk pada alat pemadam api portabel yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), khususnya SNI 180-1:2022 tentang Alat Pemadam Api Portabel (APAP) – Bagian 1: Syarat Mutu.

Standar ini bukan sekadar label, melainkan jaminan bahwa perusahaan jual APAR telah melalui pengujian ketat untuk memastikan kinerja, keandalan, dan keamanan saat digunakan.

Mulai Juni 2025, pemerintah melalui Permenperin No. 17 Tahun 2024 mewajibkan seluruh APAR yang beredar di Indonesia memiliki sertifikasi SNI. Hal ini bertujuan melindungi masyarakat dari produk substandar yang justru bisa membahayakan nyawa.

tatacara penggunaan apar yang benar

Mengapa SNI Menjadi Penentu Kualitas?

APAR bersertifikat SNI telah diuji dari berbagai aspek:

  • Ketahanan material tabung terhadap tekanan dan korosi.
  • Efektivitas pemadaman sesuai kelas kebakaran (A, B, C, bahkan D atau F pada jenis tertentu).
  • Kestabilan tekanan dan mekanisme pengoperasian.
  • Keamanan pengguna, termasuk risiko ricochet atau paparan zat berbahaya.

Tanpa SNI, sebuah APAR berisiko gagal berfungsi saat darurat, tekanannya tidak stabil, atau bahkan meledak karena kualitas material yang rendah. Sebaliknya, produk SNI memberi Anda ketenangan karena telah terverifikasi oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan sering kali juga lolos uji Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Jenis-Jenis APAR SNI yang Umum

  1. APAR Powder (Serbuk Kimia Kering) ABC
    Paling populer dan serbaguna. Mampu memadamkan api kelas A (padat seperti kayu, kain), B (cair seperti bensin, minyak), dan C (listrik). Cocok untuk rumah, kantor, bengkel, dan kendaraan.
  2. APAR Foam (Busa)
    Efektif untuk api kelas A dan B, terutama kebakaran cairan yang mudah terbakar. Membentuk lapisan yang mencegah oksigen mencapai bahan bakar.
  3. APAR CO2 (Karbon Dioksida)
    Ideal untuk peralatan listrik dan ruangan server karena tidak meninggalkan residu. Aman untuk barang elektronik sensitif.
  4. APAR Air / Water Mist
    Khusus untuk kelas A, ramah lingkungan, dan minim residu.

Pemilihan jenis harus disesuaikan dengan risiko kebakaran di lokasi Anda.

Cara Memilih dan Menggunakan APAR SNI yang Bijak

  • Cek label SNI yang jelas dan nomor sertifikat.
  • Pilih kapasitas sesuai kebutuhan (1–2 kg untuk rumah/kendaraan, 6–9 kg untuk kantor/gudang).
  • Perhatikan tanggal produksi dan masa uji ulang (biasanya 1–5 tahun).
  • Pasang pada ketinggian yang mudah dijangkau (atas maksimal 1,2 m dari lantai).
  • Lakukan inspeksi rutin: cek tekanan, segel, dan kondisi fisik.

Tips penggunaan (PASS Technique):
Pull (tarik pin), Aim (arahkan ke dasar api), Squeeze (tekan tuas), Sweep (sapu ke samping). Untuk lebih detailnya bisa baca pos ini tentang tata cara penggunaan apar yang benar.

Investasi Kecil untuk Perlindungan Besar

Memiliki APAR SNI bukan sekadar memenuhi regulasi, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri, keluarga, dan orang-orang di sekitar. Di era di mana pencegahan jauh lebih baik daripada pemadaman besar-besaran, APAR bersertifikat SNI menjadi garis pertahanan pertama yang terpercaya.

Jangan kompromi dengan keselamatan. Saat mencari APAR, pastikan selalu bertuliskan SNI. Itu adalah tanda bahwa Anda memilih produk yang telah diuji secara nasional untuk melindungi yang paling berharga.

Cara Verifikasi Keaslian Sertifikat SNI untuk APAR

apar sni royalapar

Memastikan keaslian sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) sangat penting, terutama untuk produk keselamatan seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Karena banyak produk palsu atau substandar yang beredar, verifikasi resmi membantu Anda menghindari risiko.

Berikut panduan lengkap dan praktis untuk memverifikasi keaslian sertifikat SNI:

1. Cek Secara Online melalui Database Resmi BSN (Paling Direkomendasikan)

Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyediakan platform utama bernama SI BANG BENI (Sistem Informasi Barang Ber-SNI).

Langkah-langkah:

  1. Buka browser dan kunjungi: https://bangbeni.bsn.go.id/
  2. Pilih menu “Barang Ber-SNI” atau langsung akses https://bangbeni.bsn.go.id/barang-ber-sni
  3. Masukkan informasi yang tersedia:
    • Nomor Sertifikat SNI (contoh: SPPT SNI-xxxx)
    • Nama produk (misalnya “Alat Pemadam Api Ringan” atau “APAR”)
    • Nama merek atau perusahaan produsen
  4. Klik tombol pencarian.
  5. Periksa hasilnya:
    • Jika sertifikat aktif, akan muncul detail lengkap (nama perusahaan, nomor sertifikat, masa berlaku, lingkup produk).
    • Jika tidak ditemukan atau expired, kemungkinan besar tidak asli atau sudah tidak berlaku.

2. Periksa Label Fisik pada Produk APAR

Sebelum cek online, perhatikan tanda-tanda ini di tabung APAR:

  • Logo SNI yang jelas dan tajam (bukan stiker mudah dilepas).
  • Nomor sertifikat SNI tercetak permanen.
  • Nama LSPro (Lembaga Sertifikasi Produk) yang terakreditasi KAN.
  • Tanggal produksi, masa uji ulang, dan informasi teknis yang lengkap.
  • Barcode atau QR code (beberapa produk modern menyediakan scan langsung).

3. Cara Tambahan Verifikasi

  • Hubungi BSN langsung: Telepon layanan informasi BSN atau kirim email melalui situs resmi bsn.go.id.
  • Tanya produsen/penjual resmi: Minta fotokopi sertifikat asli + bukti audit terbaru.
  • Cek melalui Kementerian Perindustrian (khusus untuk produk wajib SNI seperti APAR berdasarkan Permenperin No. 17 Tahun 2024).
  • Gunakan aplikasi atau portal terkait jika tersedia update terbaru dari BSN.

Tips Penting untuk Pembaca yang Teliti

  • Sertifikat SNI yang asli biasanya berlaku 1–3 tahun dan harus diperpanjang.
  • Waspadai harga terlalu murah — sering kali menandakan produk tanpa sertifikasi resmi.
  • Untuk APAR, pastikan sesuai SNI 180-1:2022.
  • Jika ragu, konsultasikan dengan Dinas Pemadam Kebakaran setempat. Mereka biasanya punya data produk yang direkomendasikan.

Dengan melakukan verifikasi ini, Anda tidak hanya melindungi diri dan keluarga, tapi juga mendukung produk berkualitas yang mematuhi regulasi nasional. Keselamatan bukan soal keberuntungan, melainkan keputusan cerdas berbasis fakta.